PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Aktual, Inspiratif, Normatif, dan Aspiratif (AINA)

30 October 2021

STRUKTUR, REPLIKASI DAN PERAN VIRUS DALAM KEHIDUPAN

| 30 October 2021
struktur, replikasi dan peran virus dalam kehidupan


Pada materi akan di bahas struktur, replikasi dan peran virus dalam kehidupan. Sebelum membahas lebih lanjut tentang harus diketahui terlebih dahulu pengertian virus, sejarah virus, ciri-ciri virus. Kemudian setelah mempelajari struktur, replikasi dan peran virus dalam kehidupan disajikan pembahasan singkat tentang pentingnya vaksinasi dalam pencegahan virus yang merugikan pada manusia.

 

Pengertian virus. Kata virus berasal dari kata latin yaitu “virion” yang artinya adalah racun, kata tersebut merujuk pada banyaknya penyakit pada tumbuhan, hewan, dan manusia yang disebabkan virus. irus adalah suatu jasad renik yang berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi (hidup) didalam sel yang hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel tersebut karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Virus merupakan parasit obligat intraseluler. Virus mengandung asam nukleat DNA atau RNA saja tetapi tidak kombinasi keduanya, dan yang diselubungi oleh bahan pelindung terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya.

 

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal) dan istilah bakteriofaga atau faga dipakai untuk virus yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel). Selama siklus replikasi dihasilkan banyak sekali salinan asam nukleat dan protein selubung virus. Protein-protein selubung tadi dirakit untuk membentuk kapsid yang membungkus dan menstabilkan asam nukleat virus terhadap lingkungan ekstra sel serta memfalitasi perlekatan penetrasi virus saat berkontak dengan sel-sel baru yang rentan. Infeksi virus dapat memiliki efek yang kecil atau bahkan tidak memiliki efek sama sekali pada sel penjamu tetapi dapat pula menyebabkan kerusakan atau kematian sel.

 

Jadi pengertian Virus adalah organisme yang berukuran sangat kecil dan memiliki molekul asam nukleat, DNA atau RNA yang terbungkus dalam lapisan pelindung protein (kapsid). Jaringan tersebut diketahui dapat membawa informasi genetik dan mengadakan replikasi sehingga menular.

 

Sejarah penemuan virus diawali ketika Adolf Mayer (1883), yaitu seorang ilmuwan dari Jerman meneliti penyebab penyakit pada daun tembakau, yang dintandai adanya bercak-bercak, namun mayer masih menduga bahwa penyakit itu disebabkan oleh bakteri yang kecil. Dugaan itu kemudian diuji oleh Dimitri Ivanovsky (1883) dengan saringan bakteri namun masih tetap dapat melewati saringan tersebut. Martinus Beijerinck, seorang ahli botani kebangsaan Belanda melakukan percobaan berdasarkan penemuan Ivanosky, dia membayangkan suatu partikel yang jaul lebih kecil dan lebih sederhana dari bakteri. Pada tahun 1935, seorang ilmuwan Amerika Wendell Stanley berhasil mengisolasi dan meng-kristalkan partikel penginfeksi tersebut. Dia menyimpulkan bahwa penyebab penyakit pada daun tembakau dalah virus, kemudian Stanley memberi nama pada virus tersebut dengan nama Tobacco Mosaik Virus.

 

Lalu bagaimana ciri-ciri virus? Menurut ahli biologi asal Amerika Serikat, Neil A. Campbell berikut ciri-ciri virus:

         Hanya dapat hidup dan memperbanyak diri di dalam sel hidup organisme lain

         Memerlukan asam nukleat untuk bereproduksi

         Virus dibentuk oleh sebuah partikel yang disebut virion yang mengandung DNA atau RNA saja

         Dapat dikristalkan tetapi virus masih memiliki patogen apabila diinfeksi ke organisme hidup

         Bersifat aseluler (tidak memiliki sel) dan tidak memiliki organel-organel sel.

 

Sementara itu, menurut Brum (1994) virus berukuran sangat kecil. Bahkan, lebih kecil daripada bakteri. Diperkirakan ukuran virus berkisar 20 nm-300 nm (1 nm = 1 x 10-9 m).

 

Terdapat beberapa komponen utama penyusun tubuh virus yaitu :

1. Kepala

Virus memiliki kepala berisi DNA atau RNA yang menjadi bahan genetik kehidupannya. Isi kepala ini dilindungi oleh kapsid, yaitu selubung protein yang tersusun oleh protein. Bentuk kapsid sangat bergantung pada jenis virusnya. Kapsid virus bisa berbentuk bulat, polihedral, heliks, atau bentuk lain yang lebih kompleks. Kapsid tersusun atas banyak kapsomer atau sub-unit protein.

 

2. Isi Tubuh

Isi tubuh virus atau biasa disebut virionadalah bahan genetik yang berupa salah satu tipe asam nukleat (DNA atau RNA). Tipe asam nukleat yang dimiliki virus akan mempengaruhi bentuk tubuh virus. Virus dengan isi tubuh berupa RNA biasanya berbentuk menyerupai kubus, bulat, atau polihedral, contohnya pada virus-virus penyebab penyakit polyomyelitis, virus influenza, dan virus radang mulut dan kuku.

 

3. Ekor

Ekor merupakan bagian dalam struktur tubuh virus yang berfungsi sebagai alat untuk menempelkan diri pada sel inang. Ekor yang melekat di kepala ini umumnya terdiri atas beberapa tabung tersumbat yang berisi benang dan serat halus. Adapun pada virus yang hanya menginveksi sel eukariotik, bagian tubuh ini umumnya tidak dijumpai.

 

4. Kapsid

Kapsid adalah lapisan berupa rangkaian kapsomer pada tubuh virus yang berfungsi sebagai pembungkus DNA atau RNA. Fungsi kapsid ini adalah sebagai pembentuk tubuh dan pelindung bagi virus dari kondisi lingkungan luar.

 

Bentuk Tubuh Virus

struktur, replikasi dan peran virus dalam kehidupan
sumber: bppsdmk.kemkes.go.id


Bentuk tubuh virus bervariasi, antara lain berbentuk bulat, batang, oval (peluru), persegi banyak (polihedral), filamen (benang), dan seperti huruf T. Virus berbentuk batang, misalnya TMV (tobacco mosaik virus). Virus berbentuk bulat, misalnya HIV (human Immunodeficiency virus) penyebab virus AIDS dan orthomyxovirus penyebab influenza. Virus berbentuk huruf T, misalnya bakteriofag (sering disebut fag) yang menyerang bakteri Escherichia coli. Virus yang berbentuk polihedral, misalnya Adenovirus penyebab penyakit saluran pernapasan dan Papovavirus penyebab penyakit kutil. Virus berbentuk batang dengan ujung oval seperti peluru, misalnya Rhabdovirus yang menyebabkan penyakit rabies. Virus berbentuk filamen, misalnya virus Ebola.

 

Wawasan: Bentuk virus corona

Dikutip dari situs LIPI atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, bentuk virus corona menyerupai mahkota seperti namanya. Corona bahasa Latin yang artinya crown atau mahkota dalam bahasa Indonesia. Bentuk mahkota berasal dari protein S atau spike protein yang mengelilingi permukaan virus.

Protein S ini mirip anak panah atau paku yang menutupi permukaan virus corona. Protein S inilah yang berperan penting dalam pola infeksi virus corona ke sel pernapasan. Virus corona secara umum berbentuk bulat dengan diameter 100-120 nm atau nanometer. Virus corona tidak bisa memperbanyak diri kecuali dengan menginfeksi makhluk hidup, sama seperti virus lain.

 

Struktur Tubuh Virus

Struktur tubuh virus berbeda dengan sel organisme hidup lainnya. Tubuh virus bukan suatu sel (aseluler) karena tidak mempunayai membran sel, sitoplasma, dinding sel, inti sel dan organel sel lainnya. Virus memiliki sifat benda mati yaitu dapat dikristalkan. Struktur tubuh virus hanya terdiri atas bahan inti asam nukleat, yiatu deoksiribonucleic acid (DNA) atau ribonucleic acid (RNA).

a) Kapsid dan Selubung ekor

Kapsid merupakan selubung terluar virus yang tersusun atas banyak subunit protein yang disebut kapsomer. Kapsid ini yang memberi bentuk virus.

Bentuk kapsid virus berbeda-beda; polihedral, batang, bulat, oval, dan lain-lain. Beberapa virus memiliki selubung tambahan berupa sampul membran dari lipid, karbohidrat, atau glikoprottein. Selubung tambahan berfungsi sebagai pelindung yang berkaitan dengan antigen dan sistem imun virus.

 

b) Asam Nukleat

Virus hanya mengandung satu jenis asam nukleat; DNA atau RNA. Virus yang mengandung DNA yaitu, Parvovirus, Papovavirus, Adenovirus dan Herpes-virus; sementara virus yang mengandung RNA, yaitu Picornavirus, Togavirus, Flavirus, Calicivirus, Coronavirus, Paramyxovirus, Rhabdovirus, Bunyavirus, Arenavirus, Reovirus dan Retrovirus. DNA atau RNA pada virus merupakan penyusun genom (kumpulan gen) yang berfungsi sebagai materi genetik pada saat replikasi (penggandaan) (Irnaningtyas, 2013, hlm.54-55).

 

struktur, replikasi dan peran virus dalam kehidupan
Struktur Virus Corona atau Covid-19 (sumber sith.itb.ac.id)


Wawasan: Struktur virus Corona

Struktur virus Corona terdiri atas RNA atau DNA saja. Virus ini memiliki genom RNA positif atau biasa disebut RNA saja. Panjang genom virus corona sekitar 27-32 kilobasa yang kemudian membentuk protein penyusun tubuh virus. Misal fosfoprotein N, glikoprotein M, protein E, protein S, dan glikoprotein HE, serta enzim lain untuk perbanyakan virus. Adanya protein S, yang mirip paku atau tanda panah di permukaan organisme, menjadikan struktur virus corona lebih khas dibanding yang lain.

 

Replikasi Virus

Virus berkembang biak dengan cara replikasi (perbanyakan diri) di dalam sel inang. Energi dan bahan untuk sintesis protein virus berasal dari sel inang. Asam nukleat virus membawa informasi genetik untuk menyediakan semua makromolekul pembentuk virus pada sel inang sehingga virus baru yang terbentuk memiliki sifat yang sama dengan virus induk.

 

Berdasarkan tahapan-tahapan replikasi dapat dibedakan menjadi daur litik dan daur lisogenik. 

 

a) Daur Litik

Siklus reproduksi fag yang mencapai puncaknya pada kematian sel inang dikenal sebagai siklus lisis (lytic cycle). Istilah itu mengacu pada tahap infeksi terakhir, ketika bakteri lisis (pecah) dan melepaskan fag-fag yang dihasilkan dalam sel (Campbell, 2010, hlm. 416). Adapun fase yang terjadi yaitu:

1) Fase Adsorpsi

Pembeiakan fage dimulai dengan menempelnya ekor virus pada dinding sel bakteri. Virus mengidentifikasi dinding sel bakteri tersbeut dengan menggunakan kesesuaian lock and key atau lubang dan kunci. Dinding sel tersebut dilarutkan oleh enzim lisozim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri atau sel inang.

2) Fase Injeksi

Melaui lubang tersebut asam nukleat (DNA atau RNA) virus dimasukkan ke dalam sel bakteri fase injeksi. Sementara itu, selubung protein (kapsid) virus tetap berada di luar sel bakteri dan tidak berfungsi lagi.

3) Fase sintesis

Ketika DNA fage berhasil masuk ke dalam bakteri, DNA fage akan memproduksi enzim untuk menghancurkan DNA bakteri. Setelah DNA bakteri hancur, DNA fage akan mengambil alih kendali kehidupan. Kini, DNA fage mengaplikasi diri berulang-ulang kali dengan jalan menyalin diri membentuk DNA fage dalam jumlah banyak. Selanjutnya, DNA fage tersebut melakukan sintesis protein virus yang akan dijadikan kapsid dengan menggunakan ribosom bakteri dan enzim-enzim bakteri. Di dalam sel baketeri tersebut terjadi sintesis DNA virus dan protein yang dijadikan sebagai kapsid virus

4) Fase Perakitan

Kapsid yang disentesis pada awalnya terpisah-pisah antara bagian kepala, ekor, dan serabut ekor. Bagian-bagian kapsid itu kemudian dirakit menjadi kapsid virus yang utuh, kemudian DNA virus masuk ke dalamnya sehingga terbentuklah tubuh virus yang utuh. Dalam satu sel bakteri fage T4 sekitar 100-200 buah.

5) Fase lisis

Setelah virus baru terbentuk, virus akan memproduksi enzim lisozim lagi yang akan digunakan untuk menghancurkan dinding sel bakteri. Dinding sel bakteri hancur, sel bakteri mengalami lisis (pecah), dan virus-virus baru akan keluar untuk meninfeksi sel bakteri lain.

 

b) Daur Lisogenik

Berkebalikan dengan siklus lisis, yang membunuh sel inang, siklus lisogenik (lysogenik cycle) memungkinkan replikasi genom fag tanpa menghancurkan inang. (Campbell, 2010, hlm. 417). Siklus lisogenik terjadi apabila sel inang memiliki pertahanan yang lebih baik dibandingkan dengan daya infeksi virus sehingga sel inang tidak segera pecah, bahkan dapat bereproduksi secara normal (membelah diri).

 

Ketika DNA fage berada di dalam sel bakteri, DNA fage menyisip ke dalam DNA bakteri. Untuk menyisip ke dalam DNA bakteri, DNA fage harus memutus DNA bakteri. Kemudian DNA virus menyisip diantara benang DNA yang putus tersebut sehingga di dalam DNA bakteri terkandung DNA virus. Gabungan antara DNA fage dan DNA bakteri dinamakan profage. Jika bakteri akan membelah diri maka sel bakteri akan menjalin profage tersebut melalui proses replikasi. Dengan demikian, setiap sel anak hasil pembelahan mengandung profage yang identik. Proses pembelahan bakteri berlangsung berulang kali dan jumlah profage pun sama dengan jumlah bakteri yang ditumpanginya. Pada suatu saat imunitas bakteri hilang. Radiasi sinar ultraviolet dan zat kimia tertentu akan menghancurkan imunitas bakteri terhadap profage. Profage tersebut akan memisahkan diri dari DNA bakteri dna menghancurkan DNA bakteri.


struktur, replikasi dan peran virus dalam kehidupan
Replikasi Virus  sumber gambar www.itb.ac.id 



Peran Virus dalam Kehidupan

Tuhan menciptakan virus tidak semata-mata diciptakan begitu saja. Virus mempunyai peranan dalam kehidupan makhluk hidup karena virus ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Adapun peranan virus dalam kehidupan sebagai berikut.

 

a) Peran Virus yang Menguntungkan

Beberapa jenis virus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Irnaningtyas (2010, hlm. 61) menjelaskan beberapa manfaat virus bagi manusia:

1) Dalam teknologi rekayasa genetika (manipulasi informasi genetik), misalnya untuk terapi gen. terapi gen merupakan upaya perbaikan informasi genetik dengan memperbaiki susunan basa nitrogen pada untaian DNA di dalam gen. Salah satu keberhasilan teknik ini adalah memperbaiki kelainan genetik ADD (adenosine deaminase deficienci) yang menyebabkan seseorang tidak memiliki daya tahan tubuh karena terdapat enzim AD (adenosine deaminase). Dalam teknik terapi gen, Retrovirus digunakan sebagai vektor untuk memasukkan gen pengkode enzim AD ke dalam sel limfosit T yang abnormal.

2) Pembuatan vaksin protein. Selubung virus dapat digunakan sebagai protein khusus yang akan memacu terbentuknya respons kekebalan tubuh melawan suatu penyakit.

3) Untuk pengobatan secara biologis, yaitu dengan melemahkan atau membunuh bakteri, jamur atau protozoa yang bersifat patogen. Bakteriofage, misalnya dapat digunakan untuk membunuh bakteri patogen.

4) Pemberantasan serangga hama. Beberapa virus hidup parasit pada serangga. Virus tersebut dibiakkan dan digunakan untuk menyemprot serangga atau tanaman, misalnya Baculovirus. Sejak tahun 1950, Baculovirus digunakan sebagai bioinsektisida yang tidak mencemari lingkungan.

5) Untuk membuat perangkat elektronik. Tim lingkungan dari Jhon Innes Center (pusat riset mikrobiologi di Inggris) berhasil menginokulasi partikel virus, kemudian mencampurnya dengan senyawa besi (Fe) untuk membuat kapasitor (alat penyimpanan energi listrik).

 

b) Peranan Virus yang Merugikan

Sebagian besar virus merugikan karena bersifat parasit intraseluler obligat pada sel hidup. Virus dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit pada berbagai organisme baik tumbuhan, hewan dan manusia. Peranan virus yang merugikan dijabarkan Manickam (2013, hlm 64-65) sebagai berikut.

1) Virus yang menyerang Manusia

Selain menyebabkan penyakit pada tumbuhan dan hewan, beberapa virus juga menyebabkan beberapa penyakit pada manusia. Beberapa penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus dapat dijelaskan dalam uraian berikut.

a) Coronavirus (Covid-19) merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar coronavirus yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003, hanya berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan SARS, namun penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS.

b) Influenza disebabkan oleh Orthomyxovirus yang berbentuk seperti bola. Terdapat tiga tipe serologi virus influenza, Tipe A dapat meninfeksi manusia dan hewan, sedangkan B dan C hanya meninfeksi pada manusia.

c) Cacar terdiri atas dua jenis, yaitu cacar air (Varicella) dan cacar (Variola). Cacar air biasanya menyerang anak-anak dengan gejala lepuh berisi cairan jernih dan gatal.

d) Heaptitis disebabakan oleh Flavivirus (Hepatitis A virus, Hepatitis B Virus, dan Hepatitis C Virus).

e) Polio disebabkan oleh virus Poliomyelitis. Virus ini menyerang susunan saraf pusat dan menyebabkan kelumpuhan.

f) Demam berdarah (Dengue Haemorrhagic Fever) disebabkan oleh Dengue. Penyakit ini ditularkan dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aegepty.

g) Herpes disebabkan oleh virus Herpes simplex. Virus Herpes simplex I (luka di sekeliling mulut); Herpes simplex II (luka pada alat kelamin); Herpes zoster dapat menyerang saraf dan dapat menimbulkan nyeri yang sangat hebat.

h) Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah suatu penyakit salurat pernapasan yang disebabkan oleh Corona virus.

i) Acquired Immune Defisiency Syndrome (AIDS) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV menyerang sel darah putih limfosit yang berfungsi dalam mengkontrol sistem kekebalan tubuh.

j) Ebola disebabkan oleh virus ebola yang merupakan kelompok filovirus.

k) Flu Burung disebabkan oleh virus Avian influenza dari galur H5N1. Virus Avian influenza merupakan virus influenza tipe A yang dapat menjangkiti beberapa hewan, termasuk burung, babi, kuda, anjing laut, dan ikan paus. Unggas merupakan hewan khusus bagi penyebaran virus type A dan berfungsi sebagai inang.

 

2) Virus yang menyerang tumbuhan

Banyak virus menyerang tumbuhan. Pada umumnya virus menyerang tumbuhan berbunga dan sering menyebabkan kematian. Umumnya virus yang ditularkan oleh serangga yang membawa virus dari satu tanaman ketanaman yang lain. Beberapa penyakit pada tumbuhan yang disebabkan oleh virus, diantaranya sebagai berikut.

a) Penyakit mosaik, yaitu adanya bercak kuning pada daun. Penyakit ini disebabkan oleh Tobacco Mozaik Virus (TMV). Penularan virus ini umumnya doilakukan oleh serangga.

b) Penyakit kerdil pada padi yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman pada padi terhambat. Penyakit ini disebabkan oleh virus tungro.

c) Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) menyerang pohon jeruk dan menghancurkan pembuluh tapis (floem) sehingga kulit pohon menjadi terkelupas dan akhirnya menjadi kering.

d) Penyakit Tristeza pada tanaman jeruk disebabkan virus Tristeza.

 

3) Virus yang menyerang Hewan

Banyak penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus. Beberapa penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus diantaranya sebagai berikut.

a) Rabies (anjing gila) disebabkan oleh virus Neurotrop yang biasa menyerang anjing, kera, kucing dan manusia.

b) Tetelo atau sampar ayam pada unggas disebabkan oleh virus Newcastle Disease Virus (NCD). Virus ini merupakan virus yang berukuran cukup besar, yaitu sekitar 150nm - 300 nm.

c) Penyakit mulut dan kuku pada ternak sapi dan kerbau disebabkan oleh virus Foot and Mouth Disease (FMD).

d) Cacar pada sapi disebabkan oleh virus Vaccinia.

 

Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Virus

Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebakan oleh virus, bakteri, parasit dan jamur. Beberapa penyakit infeksi yang paling berbahaya di Indonesia yang disbebakan oleh virus anatara lain antrax, diare, demam berdarah, demam chikungunya, flu burung, hepatitis, leptospirosis, polio, SARS, dan rabies. Hal utama yang harus diketahui dalam upaya pencegahan infeksi virus adalah mengetahui cara penularan penyakit tersebut. Beberapa penyakt ada yang ditularkan melalui kontak langsung dengan orang atau darah dan cairan tubuh orang yang terkena infeksi melalui alat seperti jarum suntik bersama transfusi darah, alat kedokteran, melalui udara, dan ada pula yang ditularkan melalui vektor atau perantara hewan (Manickam, 2013, hlm 67).

 

Penyakit infeksi sebenarnya lebih mudah dicegah bila kita disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan. Beberapa tips untuk mencegah terkena penyakit infeksi (Manickam, 2013, hlm. 68), antara lain;

a) Jauhi penderita penyakit yang mudah menular melalui kontak, misalnya Coronavirus (covid-19), flu, cacar air, atau lainnya, gunakan masker dan pastikan tidak memakai barang pribadi milik penderita penyakit yang terkontaminasi virus.

b) Cucilah tangan sebelum, selama dan sesudah melakukan segala aktivitas.

c) Memutus siklus hidup nyamuk demam berdarah dan nyamuk lainnya dengan gerakan 4 M (Menguras, Menutup, Mengubur, dan Menggunakan anti nyamuk).

d) Hindari kontak dengan binatang yang mungkin membawa penyakit berbahaya.

e) Jagalah kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan.

f) Makanlah makanan yang kaya antioksidan dan multivitamin A, C dan E.

g) Pastikan sudah mendapatkan imunisasi yang dibutuhkan.

h) Jika berobat kedokter bahkan harus dirawat pastikan jarum suntik, alat infus atau alat kedokteran lainnya dalam keadaan baru dan steril.

i) Menjaga kebersihan lingkungan sekitar

 

Tindakan atau upaya yang paling efektif untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus adalah vaksinasi. Vaksinasi atau yang biasa disebut imunisasi bertujuan mencegah seseorang khususnya anak-anak tidak menderita penyakit tertentu, terutama penyakit yang disebabkan oleh virus.

 

Manfaat vaksin yang paling mendasar adalah sebagai upaya mencegah penyakit menular. Hal ini karena vaksin dapat memberikan tubuh Anda pertahanan dan perlindungan dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya. Sebagaimana diketahui Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk daya tahan tubuh. Vaksin dapat merangsang tubuh agar menghasilkan antibodi yang dapat melawan kuman penyebab infeksi. Vaksin mengandung virus atau bakteri, baik yang masih hidup maupun yang sudah dilemahkan. Vaksinasi dapat diberikan dalam bentuk suntikan, tetes minum, atau melalui uap (aerosol).

 

Berikut ini adalah beberapa manfaat vaksin yang penting bagi tubuh: 1) Mencegah penyebaran penyakit. Tidak hanya melindungi tubuh dari serangan penyakit serius, pemberian vaksin juga dapat membantu mencegah penyebaran penyakit. 2) Melindungi dari risiko kematian atau cacat. Pemberian vaksin terbukti dapat menurunkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit yang dapat mengakibatkan kematian maupun kecacatan. Misalnya, pemberian vaksin cacar pada anak-anak dapat membantu mencegah mereka terjangkit cacar di kemudian hari. Pemberian vaksin campak dan rubela yang dapat membantu menurunkan risiko penularan virus tersebut dari ibu hamil kepada janin dalam kandungan maupun kepada bayi yang baru lahir.

 

Berikut ini beberapa jenis vaksin atau imunisasi mampu memberi perlindungan terhadap penyakit tertentu sesuai jenis vaksinnya, antara lain:

         Vaksin Covid untuk mencegah virus Coronavirus (covid-19). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/12758/2020 telah menetapkan vaksin Corona yang beredar di Indonesia. Jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia yaitu vaksin yang diproduksi PT Bio Farma, Oxford-AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac.

         Vaksin hepatitis B untuk mencegah virus Hepatitis B yang dapat menyerang dan merusak hati serta menyebabkan kanker hati.

         Vaksin hepatitis A untuk mencegah radang hati karena virus hepatitis A.

         Vaksin polio untuk mencegah serangan virus polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan.

         Vaksin BCG untuk mencegah tuberkulosis paru, kelenjar, tulang dan radang otak yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan.

         Vaksin DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Penyakit difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan jalan napas, serta mengeluarkan racun yang dapat melumpuhkan otot jantung. Penyakit Pertusis dapat menyebabkan infeksi saluran napas berat, sedangkan kuman tetanus bisa mengeluarkan racun yang menyerang saraf pada otot, sehingga otot menjadi kaku.

         Vaksin campak untuk mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare, atau gangguan otak.

         Vaksin Hib dan pneumokokus (PCV) dapat mencegah infeksi saluran napas berat (pneumonia) dan radang otak (meningitis).

         Vaksin influenza untuk mencegah influenza berat.

         Vaksin tifoid dapat mencegah penyakit demam tifoid berat.

         Vaksin MR dapat mencegah penyakit morbili (campak) dan rubela (campak Jerman).

         Vaksin cacar air (varisela) untuk mencegah penyakit cacar air.

 

Demikian Penejelasan materi tentang struktur, replikasi dan peran virus dalam kehidupan. Semoga ada manfaatnya, terima kasih.



= Baca Juga =



Related Posts

1 comment:

Maaf, Komentar yang disertai Link Aktif akan terhapus oleh sistem

online in blog