PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Aktual, Inspiratif, Normatif, dan Aspiratif (AINA)

17 June 2022

PENGERTIAN COACHING, COACHING PERENCANAAN, PERCAKAPAN TIRTA, REFLEKSI, PEMECAHAN MASALAH DAN KALIBRASI

| 17 June 2022
Pengertian Coaching, coaching perencanaan, coaching percakapan TIRTA, coaching Refleksi, coaching Pemecahan Masalah dan coaching Kalibrasi


Pengertian Coaching, coaching perencanaan, coaching percakapan TIRTA, coaching Refleksi, coaching Pemecahan Masalah dan coaching Kalibrasi. Salah satu keterampilan yang diperlukan oleh guru, kepala sekolah dan pengawas adalah keterampilan coaching sebagai bentuk pendekatan komunikasi sebagai seorang pendidik dan atau sebagai seorang piminan. Mengapa perlu keterampilan coaching? Bagi Guru pendekatan Coaching dalam komunikasi diperlukan karena kita melihat para murid kita sebagai sosok merdeka. Begitu pula bagi kepala sekolah dan pengawas harus menempatkan bawahnya sebagai mitra. Sosok yang dapat menentukan arah dan tujuan pembelajarannya, serta meningkatkan potensinya sendiri. Mereka hanya memerlukan dorongan dan tuntunan dari Anda sebagai pemimpin pembelajaran untuk melejitkan potensi mereka. Tentunya ini bukan hal yang mudah karena sebagai pemimpin pembelajaran terkadang kita tergoda untuk berupaya membantu permasalahan murid secara langsung dengan memberikan solusi dan nasehat. Dengan keterampilan coaching dalam berkomunikasi, harapannya anak didik (bagi guru) dan guru (bagi kepala sekolah) serta kepala sekolah (bagi pengawas) akan menjadi lebih terarah dan dapat menemukan solusinya secara mandiri yang pada akhirnya dapat meningkatkan potensi mereka.

 

Lalu Apa Persamaan dan Perbedaan antara Coaching dengan Mentoring, Training, dan Consulting ? Pada dasarnya keempat jenis kegiatan di atas sama-sama untuk membantu kliennya mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun Perbedaan antara Coaching dengan Mentoring, Training, dan Consulting, bahwa Coaching adalah proses ketika Anda dibantu oleh seorang coach untuk mencapai sebuah tujuan / goal yang Anda tentukan. Mentoring adalah proses berbagi pengalaman dan pengetahuan dari seorang yang sudah berpengalaman kepada seseorang yang yang ingin belajar di bidang tersebut. Training adalah proses transfer skill / kemampuan kepada para peserta training. Di sini kata kuncinya adalah proses penguasaan skill / kemampuan. Consulting adalah ketika Anda meminta bantuan seorang ahli (konsultan) untuk memecahkan masalah yang Anda hadapi.

 

Bagi kepala sekolah dalam hubungan dengan membantu guru dan pengawas sekolah dalam hubungan membantu kepala sekolah ada beberapa jenis coaching yang dapat dilakukan antara lain: coaching perencanaan, coaching melalui Percakapan TIRTA, coaching Refleksi, coaching Pemecahan Masalah dan coaching Kalibrasi. Apa dan bagaimana persamaan dan perbedaan perbedaan coaching perencanaan, Refleksi, Pemecahan Masalah dan Kalibrasi? 


Berikut ini uraian singkat tentang hal tersebut. Uraian ini mengambil contoh penerapan coaching oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah. tulisan ini merupakan panduan dan sekaligus disertai beberapa contoh percakapan coaching untuk membuat rencana, percakapan coaching untuk melakukan refleksi, percakapan coaching untuk memecahkan masalah, percakapan coaching untuk melakukan kalibrasi, dan perbedaan antara keempat percakapan coaching di atas.

 

A. Membuat Rencana Pendampingan (Coaching Plan)

Percakapan untuk membuat rencana pendampingan dilakukan di awal pertemuan antara Pengawas Sekolah dengan Kepala Sekolah untuk membahas capaian kompetensi yang diharapkan selama 1 tahun pendampingan. Percakapan rencana pendampingan ini dibuat untuk pencapaian pengembangan selama 3 bulan dan secara berkala diperbaharui setiap 3 bulan sekali, Di bawah ini adalah alur yang bisa menjadi acuan Pengawas Sekolah untuk membuat rencana pendampingan di awal pendampingan:

1) Bagian awal pertemuan

Perkenalan dengan kepala sekolah menjelaskan tujuan pendampingan selama 1 tahun.

·               Capaian Kompetensi yang diharapkan

·               Topik diskusi yang bisa dibahas terkait isu-isu praktik kepemimpinan pembelajaran   sehari-hari, mendiskusikan perencanaan kerja kepala sekolah, memfasilitasi refleksi Kepala Sekolah, dan penerapan hasil pembelajaran

·               Menjelaskan apa itu coaching dan ciptakan suasana yang akrab agar terjalin hubungan kemitraan agar kepala sekolah dapat nyaman terbuka untuk berbagai kemungkinan (diisi dengan aktivitas awalan/pembuka untuk memulai coaching, dan diisi dengan menanyakan kabar, proses yang yang berjalan dalam satu bulan terakhir, memberikan apresiasi, dll)

 

2) Bagian inti percakapan

Contoh Percakapan

Buka dengan menyapa kepala sekolah, jelaskan bahwa tujuan percakapan adalah mermbantu kepala sekolah membuat Rencana Pengembangan

·               Ajukan pertanyaan 1: Apa yang ingin dikembangkan dalam 3 bulan ke depan?

Dengarkan kata kunci dan gali lebih

·               Ajukan pertanyaan 2: Apa yang menjadi ukuran keberhasilannya?

Dengarkan 1-4 ukuran, perdalam satu per situ

·               Area apa yang perlu dikembangkan

Dengarkan kalau bisa ada 1-3 area, dan berbentuk kompetensi, pola pikir, keterampllan baru

·               Kekuatan apa yang sudah Anda miliki

Dengarkan, gali sedikit

·               Dukungan seperti apa yang Anda butuhkan?

Dengarkan dan pastikan bentuk menggail dan membuat kepala sekolah lebih jelas, bentuk dukungan seperti apa yang dibutuhkan bukan hanya dari siapa.

 

3) Bagian akhir percakapan

Dtutup dengan menyimpulkan rencana pendampingan dan mengisi rencana pengembangan diri untuk 1 tahun kedepan. Menyepakati jadwal dan topik capaian generik dan topik kebutuhan pengembangan pribadi. 

 

B. Percakapan TIRTA

Percakapan menggunakan alur TIRTA dilakukan Pengawas Sekolah kepada Kepala Sekolah di dalam sesi coaching yang terjadwal. Pengawas Sekolah menggunakan percakapan TIRTA di saat melakukan couching kepada Kepala Sekolah untuk topik wajib yaitu penerapan pembelajaran paradigma baru. Di bawah ini adalah langkah pelaksanaan yang bisa menjadi acuan Pengawas Sekolah untuk melakukan sesi coaching dengan alur TIRTA:

1) Bagian awal coaching

Mengawali sesi coaching dengan menanyakan kabar, proses yang sudah dilalui dalam satu bulan terakhir, memberikan apresiasi, mengingatkan rencana pendampingan yang dibuat bersama dari pertemuan sebelumnya

2) Bagian inti coaching

Sekitar 45 menitt diskusi penerapan pembelajaran paradigma baru menggunakan alur TIRTA

·       Sepakati Tujuan Percakapan bersama Kepala Sekolah

Ajukan pertanyaan terdiri dari agenda topik percakapan dan hasil dari percakapan

Pertanyaan tentang agenda

“Apakah topik/agenda percakapan kita kali ini?”

Pertanyaan tentang hasil:

"Apa yang ingin Bapak/Ibu dapatkan dari percakapan”

·     Membantu Kepala Sekolah untuk Identifikasi apa saja yang sebetulnya ada di dalam situasinya saat ini. Ini mencakup fakta yang kasat mata dan tidak karat mata (perasaan, keinginan, dorongan). Tujuan dari tahap ini adalah memperjelas, menggali dan memetakan situasi.

-       Situsinya sekarang seperti apa?

-       Apa yang mempengaruhi hal itu?

-       Situasi yang diinginkan sepetti apa?

-       Apa yang bisa membuat itu tenvujud?

 

·     Tahap Recana Aksi. Tahap ini adalah tahap mengeksplorasi gagasan kemungkinan dan rencana. Jika Kepala Sekolah sudah bisa melihat situasi dengan cara baru (tahap 1) biasanya ia sudah siap diajak mengeksplorasi gagasan atau afternatif baru. Dari tahap ini bisa keluar 1-3 gagasan, tidak perlu terlalu banyak yang penting gagasan harus dibuat spesifik dan detil. Pengawas Sekolah boleh brainstorming atau berbagi pengalaman jika diminta.

-       Ada gagasan apa untuk ……..     

-       Apa yang harus disiapkan untuk itu

-       Apa yang bisa memastikan hal itu berjalan

-       Apa kriteria.....yang diinginkan?

-       Apa lagi?

 

·               Tahap Tanggung Jawa. Pada tahap Tanggung Jawab tugas Pengawas Sekolah adalah mengukuhkan komitmen dan meminta Kepala Sekolah membangun struktur akuntabilitasnya. Minta Kepala Sekolah menyimpulkan hasil percakapan coaching.

-   Jadi apa yang akan dilakukan setelah sesi ini dari alternatif-alternatif tadi?

-   Kapan? Siapa yang perlu dihubungi?

-   Bagaimana Bapak/lbu memastikan ini bisa berjalan?

-   Siapa yang perlu dimintai dukungan?

 

3) Bagian akhir coaching

·       Sesi Coaching ditutup dengan mengundang Kepala Sekolah untuk menyimpulkan hasil dari sesi ini dengan bertanya

Apa yang bisa disimpulkan dari sesi ?

Apa yang menjadi insight dari sesi ini?

·               Setelah ditutup silahkan memberikan apresiasi, motivasi dan membahas rencana coaching selanjutnya.

 

C. Percakapan Berbasis Coaching Untuk Refleksi

Percakapan berbasis coaching untuk refleksi bisa dilakukan sebagai pilihan topik lain selain topik wajib selama sesi coaching yang terjadwal. Percakapan untuk refleksi bisa dilakukan dalam beberapa kondisi seperti:

    Setelah ada aktivitas yang dilakukan oleh Kepala Sekolah sendiri

    Setelah mengikuti suatu aktivitas

    Setelah menyelesaikan suatu aktivitas atau togas

    Saat Kepala Sekolah sedang melakukan refleksi diri

Saat melakukan percakapan untuk refleksi, beri banyak ruang hening. lzinkan Kepala Sekolah mengungkapkan refleksinya dengan bebas dan jaga presence untuk membantu menjaga "ruang" percakapan yang aman dan nyaman bagi Kepala Sekolah.

 

Di bawah ini adalah langkah pelaksanaan yang bisa menjadi acuan Pengawas Sekolah untuk melakukan percakapan coaching untuk refleksi:

1) Bagian awal pertemuan

Bangun suasana tenang dan nyaman saat topik percakapan adalah untuk memecahkan masalah, melakukan refleksi. Ciptakan suasana yang akrab agar terjalin hubungan kemitraan agar Kepala Sekolah dapat nyaman terbuka untuk berbagai kemungkinan.

2) Bagian inti percakapan

Contoh Percakapan

·          Ajak coachee menggambarkan masalahnya.

·          Lalu ajak melihat apa yang ingin dicapainya jika masalah hilang.

·          Ajak couchee melihat faktor-faktor yang menyebabkan masalahnya terjadi dan faktor-faktor yang bisa membuat hal itu hilang.

·          Ajak coochee memikirkan gagasan untuk mengatasinya. Dalam percakapan ini silahkan untuk brainstorming dengan coachee,

 

3) Bagian akhir percakapan

Ditutup dengan mengundang Kepala Sekolah untuk menyimpulkan insight/ pembelajaran/ kesadaran apa yang didapat dari hasil percakapan untuk menyelesaikan masalahnya. Tanyakan dari kesadaran itu apa yang akan dilakukan.


D. Percakapan Berbasis Coaching Untuk Pemecahan Masalah

Percakapan berbasis coaching untuk pemecahan masalah bisa dilakukan sebagai pilihan topik lain selain topik wajib selama sesi coaching yang terjadwal atau yang tidak terjadwal sesuai kebutuhan Kepala Sekolah. Percakapan untuk pemecahan masalah bisa dilakukan dalam beberapa kondisi seperti

·   Saat Kepala sekolah mengontak (menghubungi) Pengawas Sekolah karena menghadapi masalah, merasa buntu, merasa tidak jelas, merasa tidak berdaya, merasa tidak mampu.

·          Saat Kepala Sekolah mengalami krisis

·          Saat Kepala Sekolah membutuhkan bantuan dari luar sedang melakukan refleksi diri

 

Saat melakukan percakapan untuk pemecahan masalah jaga sikap terbuka, netral dan ingin tahu. Jangan terbawa dalam "masalah coachee” fokus pada Kepala Sekolah. Sering-sering bertanya mengajak Kepala Sekolah melihat dari area yang netral / helicopter view. Apabila diperlukan bisa menggunakan visual/mind map untuk membantu coachee bisa melihat masalahnya.

 

Di bawah ini adalah langkah peraksanaan yang bisa menjadi acuan Pengawas Sekolah untuk melakukan percakapan coaching untuk pemecahan masalah:

 

1) Bagian awal pertemuan

Bangun suasana tenang dan nyaman saat topik percakapan adalah untuk memecahkan masalah. melakukan refleksi. Ciptakan suasana yang akrab agar terjalin hubungan kemitraan agar Kepala Sekolah dapat nyaman terbuka untuk berbagai kemungkinan.

2) Bagian Inti percakapan

Contoh Percakapan

·          Ajak coochee menggambarkan masalahnya,

·          Lalu ajak melihat apa yang ingin dicapainya jika masalah hilang.

·          Ajak coachee melihat faktor-faktor yang menyebabkan masalahnya terjadi dan faktor-faktor yang bisa membuat hal itu hilang.

·          Ajak coachee memikirkan gagasan untuk mengatasinya. Dalam Percakapan silahkan untuk brainstorming dengan coachee.

3) Bagian akhir percakapan

Ditutup dengan mengundang Kepala Sekolah untuk menyimpukan insight / pembelajaran / kesadaran apa yang didapat dari hasil percakapan untuk menyelesaikan masalahnya. Tanyakan dari kesadaran itu apa yang akan dilakukan.

 

E. Percakapan Berbasis Coaching Untuk Kalibrasi Dan Membuat Rencana Pengembangan

Percakapan berbasis coaching untuk kalibrasi dilakukan setiap 3 bulan saat membicarakan kemajuan perkembangan diri yang ditutup dengan membuat rencana pengembangan selama 3 bulan ke depan. Selain di sesi coaching yang terjadwal percakapan untuk kalibrasi bisa dilakukan:

·          Saat Kepala Sekolah ingin melakukan penilaian kinerja/ perkembangannya terhadap suatu standar/kriteria

·          Saat perlu melakukan penyesuaian ulang atas rencana terhadap standar/ kriteria tersebut

 

Saat melakukan percakapan untuk kalibrasi jaga sikap terbuka, netral dan ingin tahu. Di bawah ini adalah langkah pelaksanaan yang bisa menjadi acuan Pengawas Sekolah untuk melakukan percakapan coaching untuk kalibrasi

 

1) Bagian awal pertemuan

Bangun suasana tenang dan nyaman dan pastikan dalam keadaan mental positif, slap untuk berpikir bersarra, mampu hadir sepenuhnya. Pastikan memiliki intensi yang tepat yaitu ingin terkoneksi bukan mengoreksi, ingin memahami bukan memberi tahu.

2) Bagian inti percakapan

Percakapan berbasis coaching untuk Kalibrasi

Mulai dengan mengundang Kepala Sekolah menilai apa hal-hal yang sudah bagus. Berikan penghargaan atas hal-hal yang sudah baik. Lalu gunakan hal yang sudah baik untuk meningkatkan atau mengembangkan hal-hal yang belum sesuai target/keinginan. Berikan umpan balik secara spesifik dan positif.

3) Bagian Akhir percakapan

·            Percakapan berbasis coaching untuk Rencana Pengembangan

Ditutup dengan mengundang Kepala Sekolah membuat rencana pengembangan untuk periode selanjutnya, Lanjutkan percakapan untuk membuat rencana pendampingan.

·          Ajukan pertanyaan 1: Apa yang ingin dikembangkan atau kompetensi apa yang ingin lebih dikembangkan dalam 3 bulan ke depan?

Dengarkan kata kunci dan gall lebih dalam

·          Ajukan pertanyaan 2: Apa yang menjadi ukuran keberhasilannya kali ini?

Dengan 1-4 ukuran perdalam satu per satu

·          Area apa an perku dikembangkan agar tujuannya tercapai? Dengarkan kalau bisa ada 1-3 area, dan berbentuk kompetensi, pola pikir, keterampilan baru

·          Kekuatan apa yang sudah Anda miliki

Dengarkan, gali sedikit

·          Dukungan seperti apa yang Anda butuhkan?

Dengarkan dan pastikan bentuk menggali dan membuat kepala sekolah lebih jelas, bentuk dukungan seperti apa yang dibutuhkan bukan hanya dari siapa

·            Percakapan berbasis coaching untuk Rencana Pengembangan

Ditutup dengan mengundang Kepala Sekolah menyimpulkan pencapaian yang sudah tercapai dan rencana pengembangan diri untuk 3 bulan ke depan. Menyepakati jadwal dan topik capaian generik dan topik kebutuhan pengembangan pribadi.

 

Persiapan Coaching

Pelaksanaan coaching kepala sekolah oleh pengawas sekolah ini pada dasarnya menjadi ruang aman dan nyaman untuk kepala sekolah bercerita atau mendiskusikan hal yang dirasa dibutuhkan dalam proses kepala sekolah memimpin pembelajaran dan penguatan kapasitas diri kepala sekolah. Topik yang perlu dibahas tentunya suatu hal yang perlu difasilitasi pembahasannya dalam proses coaching. Di dalam pelaksanaan coaching, pengawas sekolah dapat menggunakan kompetensi coaching untuk percakapan-percakapan yang dilakukan di luar sesi yang terjadwal. Hal ini bisa didorong oleh kebutuhan kepala sekolah untuk memiliki teman berpikir dalam menghadapi situasi tertentu atau kebutuhan untuk mengetahui kemajuan.

 

Sebelum pelaksanaan coaching berikut persiapan yang perlu dilakukan oleh Pengawas Sekolah agar proses coaching dapat berjalan optimal. Hal-hal yang perlu dilakukan dan dipersiapkan adalah :

1.  Mengkomunikasikan dan menyepakati tujuan coaching selama 1 tahun kepada kepala sekolah sebelum memulai kegiatan coaching

2.  Menuliskan tujuan dan topik coaching pada setiap kegiatan coaching

3.  Mempelajari fokus kegiatan coaching berkala dan materi-mareri yang berkaitan

4.  Dalam proses coaching Pengawas Sekolah berperan untuk mengapresiasi pencapaian dan upaya implementasi yang sudah dilakukan Kepala Sekolah, memotivasi, mendiskusikan bersama solusi untuk tantangan dan kendala yang dihadapi, serta membantu Kepala Sekolah menemukan pembelajaran-pembelajaran dalam setiap prosesnya

 

Demikian uraian singkat tentang Apa Persamaan dan Perbedaan antara Coaching dengan Mentoring, Training, dan Consulting ? Pada dasarnya keempat jenis kegiatan di atas sama-sama untuk membantu kliennya mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun Perbedaan antara Coaching dengan Mentoring, Training, dan Consulting. Persamaan dan perbedaan coaching perencanaan, Percakapan, Percakapan TIRTA, coaching Refleksi, coaching Pemecahan Masalah dan coaching Kalibrasi. Serta berrbagai contoh pertanyaan coaching perencanaan, coaching Refleksi, coaching Pemecahan Masalah dan coaching Kalibrasi. Semoga ada manfaatnya. Terima kasih



= Baca Juga =



Related Posts

No comments:

Post a Comment

Maaf, Komentar yang disertai Link Aktif akan terhapus oleh sistem

online in blog